Blitar, zonaberita.com - Ratusan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) sekitar industri rokok di Kota Blitar, mendapat pembinaan dan program pemberdayaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, menggunakan Dana Alokasi Cukai (DAC) 2010 senilai Rp 1,1 miliar.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Drs Mudjiadi melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkot Blitar Moh Hadi Maskun SE, mengatakan, Tahun ini telah disiapkan 11 program bidang industri dengan anggaran Rp 738 juta dan 1 program bidang perdagangan sebesar Rp 366 juta. “Program ini berupa pembinaan, pelatihan, workshop dan pemberian bantuan alat bagi IKM maupun PKL disekitar industri rokok,” ujar Hadi,
Kamis(22/7/2010).
Adapun bentuk program pemberdayaan IKM, yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, diantaranya yang sudah berjalan Pelatihan Batik Cap Lanjutan. Dengan mendatangkan instruktur berpengalaman dari Jogjakarta, serta membina 30 orang pengerajin batik. “Mereka ini pengerajin batik pemula, dari wilayah Tanjungsari dan Pakunden,” terangnya.
Kemudian Pelatihan Kerajinan Souvenir Lilin, Pelatihan Pembuatan Sari Kedelai dan Pelatihan Industri Sandang dan Bordir. “Selain mendatangkan instruktur yang ahli, dalam beberapa program disertai pemberian bantuan peralatan produksi,” paparnya.
Seperti Kerajinan Lilin, bantuannya berupa cetakan, kemudian Pembuatan Sari Kedelai diberikan mesin giling, kompor dan alat pres plastik kemasan. “Bahkan untuk Pelatihan Sandang dan Bordir, diberikan bantuan 10 mesin jahit dan 10 mesin bordir,” ungkap Hadi.
Sementara untuk 7 program bidang industri lainnya, menyusul akan segera dilaksanakan seperti Pelatihan Desain Kemasan Produk. Pelatihan Batik Printing, serta Pelatihan Motivasi Kerja Pelaku Industri. “Disperindag tidak hanya sekedar memberikan pelatihan dan bantuan alat, tapi juga melakukan pembinaan dan memfasilitasi dengan wadah IKM (paguyuban pengerajin bubut kayu, asosiasi pengusaha makanan dan minuman) yang ada,” tandasnya.
Ditambahkan olehnya, program bidang perdagangan yang sudah berjalan, yakni pembinaan PKL dan pedagang asongan. Berupa pemberian terop PKL, serta manajemen pemasaran pungkasnya. (ais/isp)


