Kediri, zonaberita.com - Beberapa pelaku industri pembuatan krupuk di Kota Kediri kelimpungan. Ini disebabkan oleh melambungnya harga tepung tapioka di pasaran, sebagai bahan dasar pembuat kerupuk.
Lilik (35), salah seorang pengusaha krupuk di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri mengatakan, naiknya harga tepung sangat memberatkan dan membingungkan.
“ Harga tepung terus naik tinggi, tetapi tidak diikuti dengan naiknya harga jual krupuk. Jika tidak produksi, karyawan saya bagaimana?,” keluh pengusaha asli Bandung ini, Rabu (5/5/10).
Harga tepung tapioka yang pengolahannya melalui cara oven (pabrik besar), kini mencapai Rp 5.600/kilogram, dari harga sebelumnya Rp 3.000/kilogram. Sedangkan tapioka jenis kampung, atau pengolahannya secara tradisioanal tanpa oven, dari awalnya harga Rp 2.500/kilogram kini menjadi Rp 4.800/kilogram
Lilik menambahkan, untuk mensiasati kenaikan harga tepung itu ia dan rekan-rekan seprofesinya terpaksa mengurangi kapasitas produksi. Dari biasanya sehari rata-rata penggunaan tepung mencapai 1 ton, kini hanya memproduksi sekitar 7 kwintal saja.
“Ya, untuk sementara kami hanya menjaga kesinambungan pelanggan yang sudah ada dan bertahan agar dapat menghidupi 60 karyawan,” imbuh Lilik yang mengakui jika daya beli masyarakat Kota Kediri masih sangat rendah, atau tidak berbeda jauh dengan masyarakat di tempat tinggalnya di Bandung.
“Sulit menaikkan harga jual krupuk. Di sini juga sangat rinci sekali, misalnya uang recehan seratus sama dua ratus saja masih banyak beredar. Kalau di Bandung uang pecahan minimalnya limaratus,” kata Lilik
Sementara kenaikan harga tepung itu sendiri, menurut Lilik diantaranya karena musim penghujan dan akibat banyaknya petani singkong beralih menjadi petani tebu. (an/ijo)


