Surabaya, zonaberita.com - Indeks harga konsumen atau inflasi Jawa Timur pada bulan Februari 2010 mencapai 0,31 persen atau mengungguli angka nasional pada periode sama yang tercatat 0,30 persen.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jatim, Adi Nugroho, dalam rilisnya, Senin (1/3/2010) sore mengatakan, pencapaian inflasi Jatim bulan kedua 2010 lebih rendah dibandingkan Januari lalu sebesar 0,55 persen. “Angka inflasi Februari ini juga lebih rendah dari inflasi Januari 2008 dan Februari 2008 masing-masing 0,78 persen dan 0,56 persen,” ucapnya.
Ia menilai, pencapaian inflasi Jatim pada bulan Februari 2010 dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas bahan konsumsi. “Sepuluh komoditas penyumbang inflasi terbesar di antaranya cabai rawit, beras, gula pasir, tomat sayuran, mujair, nangka muda, sawi hijau, melon, tarif kereta api, dan tarif air minum PAM,” paparnya.
Terkait bentukan harga komoditas itu, tambah dia, pada bulan Februari ini harga cabai rawit mengalami kenaikan 27,26 persen, tomat 21,45 persen, gula pasir 3,9 persen, dan beras 1,13 persen. “Sementara itu, khusus harga gula pasir kami memprediksi tingginya harga komoditas ini terjadi hingga musim giling tiba pada bulan April,” ujanya.
Di sisi lain, kata dia, kini harga beras semakin menurun. Bahkan, harganya segera normal dalam waktu dekat. “Apalagi, sudah ada beberapa daerah yang masuk masa panen, misalnya, Ngawi dan Madiun,” tuturnya.
Akan tetapi, mengenai komoditas yang menekan laju inflasi pada bulan Februari ini, lanjut dia, dipicu penurunan harga kentang turun 6,29 persen, telur ayam ras 2,54 persen, emas perhiasan 1,6 persen, dan bawang putih 1,1 persen, dan minyak goreng 0,24 persen.(Ant/hs)
Dibaca: 30 kali


