Surabaya, zonaberita.com – Peluang berinvestasi di sektor properti di Jawa Timur membaik. Pasalnya, ada satu juta lebih unit rumah yang terdiri dari jumlah kebutuhan dan tidak layak huni.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim, Henry J Gunawan mengungkapkan, dari jumlah tersebut, kebutuhan rumah baru di Jatim mencapai 540 ribu unit rumah. Sedangkan sisanya rumah tidak layak huni. “Ada 684 ribu unit rumah tidak layak huni,” katanya.
Meski sektor properti dinyatakan membaik, lanutnya, trauma yang dialami investor belum sepenuhnya pulih. Faktor pemicunya, investor memang bisa berinvestasi. Tapi, “Mereka belum bisa menjualnya kembali,” katanya.
Produk properti yang paling mendesak dan dibutuhkan masyarakat dikatakan Henry adalah RSh. Untuk itu, pembangunannya harus diimbangi dengan program yang dikeluarkan pemerintah. “Rencana pemerintah memberikan subsidi bunga dinilai tidak akan maksimal karena, jumlah penerimanya menjadi lebih sedikit,” katanya.
Mengantisipasi kondisi itu, ia menyarankan, harga RSh dinaikkan menjadi dua kali lipat dan pemerintah harus memberikan subsidi langsung yang nilainya bisa 50 persen dari harga RSh.
“Khusus di Jatim, tahun ini kami optimistis bisa membangun 12 ribu unit rumah. Apabila, seluruh unit itu bisa disubsidi minimal Rp10 juta per unit maka pemerintah hanya perlu menyediakan Rp12 miliar,” katanya. (aas/hs)
Dibaca: 29 kali


