Potensi Produk Herbal Bisa Capai Rp 10 Triliun

Beras merah, sangat berguna meningkatkan trombosit penderita DBD.(istimewa)

Beras merah, sangat berguna meningkatkan trombosit penderita DBD.(istimewa)

Surabaya, zonaberita.com - Permintaan buyer terhadap produk herbal Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan. Bahkan tahun 2010 ini, diperkirakan menembus angka Rp 10 triliun.

Optimisme itu diungkap deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Wahono Sumaryono, dalam workshop on Improvement the Management Center for Phytopharmaceutical Product Development yang digelar Fakultas Farmasi Unair, Sabtu (6/3/2010).

“Namun  peningkatan tren ini perlu mendapat dukungan berupa penelitian-penelitian dan uji klinis yang spesifik agar tingkat kepercayaan masyarakat, termasuk kalangan medis formal, meningkat,” jelas Wahono.

Wahono mengaku menyambut baik upaya Fakultas Farmasi mendirikan Center for Phytopharmaceutical Product Development (CPPD). CPPD ini adalah sebuah pusat penelitian yang diharapkan bisa menjadi pusat kajian dan riset produk-produk herbal yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia. CPPD  didirikan sebagai bentuk aplikasi prestasi Fakultas Farmasi yang telah berhasil memperoleh pendanaan dari program IMHERE. Wahono berharap dengan adanya pusat riset seperti CPPD, kebutuhan riset yang diperlukan untuk membuktikan khasiat produk herbal secara ilmiah bisa semakin dipenuhi.

Kekhawatiran terhadap tidak diterimanya produk-produk herbal di kalangan pelayanan medis formal ditepis oleh Dr Nasronudin. Direktur Institute of Tropical Disease ini mengatakan saat ini para dokter di kalangan medis formal sebenarnya sudah cukup banyak yang mulai menggunakan produk herbal untuk menyembuhkan pasiennya.

“Misalnya saja untuk pasien penyakit demam berdarah. Untuk menaikkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah, kini para dokter sudah banyak yang meyakini bahwa beras merah memiliki khasiat cukup baik untuk meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Beras merah ini setelah diteliti ternyata mengandung protein khusus yang mampu meningkatkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah,”ujarnya.

Dalam seminar dan workshop yang diikuti sekitar 100 peserta ini, pelaku industri produk herbal juga turut urun pendapat. Rachmat Sarwono, Direktur PT Industri Jamu Borobudur yang didaulat sebagai pembicara mengungkapkan dunia industri herbal saat ini memang sangat membutuhkan hasil-hasil riset dari perguruan tinggi.

Dalam seminar tersebut Rachmat Sarwono sempat mengkritisi mimimnya publikasi riset-riset yang dilakukan oleh kalangan akademisi. Menurutnya penyebaran informasi hasil penelitian dari perguruan tinggi masih belum maksimal dan terkesan seperti ditutup-tutupi. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi sebetulnya bisa dimanfaatkan dan diimplementasikan oleh pihak industri.

“Buku-buku hasil penelitian ilmiah juga belum banyak yang dipublikasikan. Mayoritas hasil penelitian hanya tersimpan di laci-laci peneliti dan rak-rak tinggi perpustakaan. Jadi alangkah lebih baik jika perguruan tinggi bersedia membukukan hasil risetnya dan dipublikasikan dalam bentuk buku. Semoga Fakultas Farmasi dengan berdirinya CPPD ini bisa memfasilitasi harapan para pengusaha industri jamu seperti saya,” ungkapnya. (humas unair/ijo)

Dibaca: 32 kali

Bookmark and Share
Berlangganan artikel gratis?, masukkan email anda:

Komentar anda

Nama lengkap (wajib diisi) :
Alamat email (wajib diisi) :
Situs anda :