Sejumlah bank-bank telah menurunkan bunga kredit perumahan rakyat (KPR). Bank BTN menurunkan suku bunga KPR sebesar 1,5 persen per 1 November 2009 dari posisi saat yang berada di kisaran 12 persen. Sementara Bank BCA menurunkan bunga KPR 1 persen dari 11,5 persen menjadi 10,5 persen. Beberapa bank dikabarkan juga melakukan hal yang sama. Pihak perbankan berharap penurunan suku bunga KPR memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya sektor riil. Mereka juga berlomba-lomba menggandeng sejumlah pengembang untuk menawarkan bunga KPR murah.
Per September 2009, KPR BTN dipatok suku bunganya di kisaran 9,9 persen dalam masa promosi yang bekerja sama dengan 150 pengembang. Setelah masa promosi tersebut bunga KPR berada di kisaran 12 persen. Penurunan suku bunga kali ini merupakan yang kelima. BTN menyadari bahwa tingginya bunga KPR dan naiknya kredit konstruksi menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan bisnis perumahan. “Saya berharap, turunnya bunga ini bisa menaikkan kembali penjualan, meski tidak terlalu besar,” kata Diredktur Keuangan BTN, Saut Pardede dalam sebuah seminar di Jakarta.
Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, memang sudah seharusnya bunga KPR turun, mengingat tingkat inflasi cukup tinggi. Ia menilai, sebuah bank dapat dikategorikan baik, bila dapat bekerja sama dengan pengembang dan meringankan biaya untuk merealisasikan sebuah proyek. Kerjasama bisa berupa pemberian diskon uang muka atau uang muka dapat dicicil dengan bunga tetap.
Menurutnya, anjloknya sektor properti beberapa waktu lalu, dipicu melemahnya daya beli masyarakat menyusul tingginya bunga KPR yang mencapai 14-15 persen. Panangian meyakini, bahwa saat ini merupakan momen yang tepat untuk melakukan pembelian. Pasalnya sektor properti sedang berada di masa transisi menyambut era booming properti pada 2011 mendatang. Sehingga kalau membeli saat ini, maka di 2011 akan mendapat keuntungan (capital gain).
Secara terpisah Sekretaris REI Jatim Nur Wakhid mengatakan, meski didorong bunga rendah, sektor properti tahun ini belum bisa mencapai masa keemasan seperti awal tahun lalu. Ia memperkirakan pada 2010, properti akan kembali bangkit, itupun kalau didukung dengan bunga yang rendah, sehingga daya beli pulih. Prediksinya akan ada kenaikan penjualan minimal 40 persen, apabila bunga KPR terus menurun. (dari berbagai sumber)
Dibaca: 73 kali


Artikelnya banyak membantu dan menambah pengetahuan. Bisa dikirim artikel mengenai cara ambil KPR yang tepat untuk pembangunan rumah tinggal, dari tanah kavling. Bank yang paling ideal untuk daerah Jateng. Terimakasih.