Jangan Terlalu Mencintai Rumah

Rumah tipe 21 bisa menjadi modal awal bisnis properti. (ilustrasi)

Rumah tipe 21 bisa menjadi modal awal bisnis properti. (ilustrasi)

BEBERAPA pakar dan motivator bisnis menempatkan properti sebagai bisnis menjanjikan selain bisnis saham. Tetapi tidak semua orang berani memulai. Salah satu alasannya adalah minimnya modal. Alasan itu tidak 100 persen bisa dijadikan referensi. Bisnis properti bisa Anda mulai dari yang Anda punya saat ini, sekali pun hanya berupa rumah cicilan.

Yang Anda harus lakukan sejak saat ini adalah mengubah pola pikir atas rumah Anda, dari hanya memberi nilai “Rumah adalah tempat tinggal” menjadi “Rumah adalah modal awal”.

Sadar atau tidak, pola pikir “Rumah adalah hak milik” lebih banyak merugikan. Rumah cenderung hanya sebagai tempat tinggal semata. Lebih banyak tidak terawat. Atau kalau pun dirawat, yang dirawat itu-itu saja. Pemilik lebih memilih membeli lagi rumah baru, untuk mengatasi kebosanan.

Berpola pikir “Rumah adalah modal” akan membuat Anda lebih fokus pada sejauh mana rumah itu bernilai lebih. Membuat Anda merasa perlu merencanakan matang-matang setiap renovasi yang Anda lakukan.

Jika Anda merasa berhasil mengubah pola pikir atas rumah Anda, mulailah mencoba bisnis properti dengan kiat di bawah ini:

1. Hindari mencintai rumah
Cinta selalu menuntut pengorbanan. Perasaan mencintai akan menjebak Anda untuk cenderung berkorban. Rela mengeluarkan anggaran untuk renovasi sesuai keinginan Anda. Ingatlah bisnis tidak mengenal cinta, kecuali cinta pada pertumbuhan nilai modal. Jadi perhitungkan beaya renovasi bukan mengikuti keinginan Anda, tetapi mengikuti trend yang berkembang.

2. Bersiaplah beralih hati
Bersiaplah Anda terusir dari rumah Anda sewaktu-waktu. Dalam bisnis, urusan beralih hati sama sekali tidak diharamkan. Jika seseorang tertarik membeli rumah Anda dengan harga tinggi, responlah dengan mencari rumah lain yang harganya terjangkau. Bersiaplah boyong, karena uang hasil penjualan rumah lama Anda bisa untuk membangun rumah lagi agar tetap mengikuti trend terkini.(**/ijo)

Dibaca: 35 kali

Bookmark and Share
Berlangganan artikel gratis?, masukkan email anda:

Komentar anda

Nama lengkap (wajib diisi) :
Alamat email (wajib diisi) :
Situs anda :