Gairah Tak Kendur Karena Umur

HASRAT bercinta dalam rumah tangga ibarat lentera. Nyala bisa meredup, bahkan tidak mungkin akan padam. Hal ini kerap melanda pasangan suami isteri yang sudah lama menikah. Atau mereka yang telah memasuki usia lanjut.

Tapi, jangan khawatir api itu akan sirna. Ada beberapa cara untuk menjaga agar gairah tak lekas kendur.

Menurut seksolog, Dr Mulyadi, frekuensi hubungan seksual pada usia pasangan suami istri yang baru menikah, berbeda dengan hubungan seksual pada pasangan yang sudah lama bersama.

Pada dasarnya, kehidupan seksual merupakan salah satu faktor penentu kebahagiaan perkawinan. Dengan demikian, wajib hukumnya bagi pasutri untuk terus membina kehidupan seksual hingga dapat berlangsung dengan harmonis.

Seperti yang di ungkapkan dr Mulyadi, “Kehidupan seksual yang harmonis ialah kehidupan seksual yang dapat dinikmati bersama pasutri. Ini berarti suatu kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan bagi pasangan suami istri.”

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara membina kehidupan seksual? Selain terletak pada dorongan seksual, ternyata kehidupan seksual tergantung dari frekwensi hubungan tersebut. “Frekwensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, keadaan kesehatan tubuh,dan pengalaman seksual setiap pasangan.

Kalau dorongan seksual rendah, tentu frekuensi hubungan seksual menjadi jarang. Dorongan seksual yang tinggi akan mempengaruhi frekuensi hubungan seksual, yang berdampak kebahagiaan perkawinan,” ungkap Mulyadi.

Berkaitan dengan hal ini, frekuensi hubungan seksual ini ternyata tergantung pada pengertian kedua belah pihak, serta tingkat usia pasangan suami istri itu sendiri. Artinya, frekuensi hubungan seksual yang sehat bagi pasangan suami istri, maka harus disesuaikan dengan usia.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan Kinsey telah membuktikannya. Menurutnya hampir semua wanita melakukan hubungan seksual meskipun frekuensinya menurun setelah 2 tahun menikah.

Wanita usia 50 tahun sekitar 93 persen masih melakukan hubungan seksual, sedangkan pada pria yang berusia sama sekitar 97 persen. Pada pria usia 60 tahun 94 persen masih bisa melakukan hubungan seksual dan pada wanita usia sama hanya 84 persen.

Adapun wanita yang menikah pada usia 20 tahun menghendaki hubungan seksual 2 sampai 3 kali seminggu pada tahun pertama, namun seiring bertambahnya usianya frekwensi hubungan seksual yang diinginkan wanita kian surut.

“Dalam penelitiannya, Kinsey mengatakan, sex drive pria paling kuat pada usia 20-30 tahun dan wanita pada usia 30-40 tahun. Namun perlu dicatat, tahun pertama pernikahan hanya 70 persen wanita mendapatkan orgasme, setelah 2 tahun meningkat menjadi 90 persen,” jelasnya panjang lebar.

Selain itu, Dr Ruth dalam studinya tahun 2004 American Sexual Behaviour, oleh National Opinion Research Center di Univercity of Chicago mendapatkan hasil bahwa pasangan suami istri melakukan hubungan seksual minimal 66 kali pertahun, dan pada golongan umur 18-29 tahun meningkat menjadi 109 kali setahun. Wow!

Mengingat usia 18-40 tahun merupakan usia produktif, rasanya tidak mengherankan jika aktivitas seksual dapat dilakukan setiap hari. Toh, hal ini wajar, bahkan sehat. Mengapa? “Karena pada usia itu, hormone testosterone diproduksi sekitar 6-8mg setiap hari pada pria sedangkan wanita hanya sekitar 0,5 mg setiap hari, sehingga dorongan seksualnya masih optimal,” ungkapnya.

Sedangkan pada usia diatas 40 tahun, hormone testosterone sudah mulai menurun, sehingga ereksi terjadi dalam keadaan kurang kuat. “Intensitas ejakulasi menurun dan volume sperma pun ikut menurun, periode refrakter menjadi semakin lama dan diperlukan waktu lebih lama dan rangsangan langsung pada penis untuk ereksi,” pungkas Mulyadi.(**/hw/hs)

ilustrasi: tinavids

Dibaca: 57 kali

Bookmark and Share
Berlangganan artikel gratis?, masukkan email anda:

Komentar anda

Nama lengkap (wajib diisi) :
Alamat email (wajib diisi) :
Situs anda :