Puisi di bawah ini, ditulis setelah jam 12 menit 34 detik 56 tanggal 7 bulan 08 tahun 09 (123456789) di Bulan Sya’ban - bulan yang dimuliakan Allah. Dan ternyata setelah itu tibalah naas Noordin M Top. Semoga musnah para pembunuh yang mengaku pejuang, semoga manusia-manusia tanpa rasa yang lain terinjak roda zaman.
Pertemuan Bathin Dua Pujangga
Jiwaku duduk di kegelapan
Melihat pertemuan bathin dua pujangga
Mereka menangis…..
Meratapi manusia-manusia tanpa rasa
Bukankah telah kita ingatkan
Salinglah gendong dan menimang
Tapi peringatan itu malah mengundang tawa
Dasar…, manusia tanpa rasa
Ya…lihatlah
Di sana ada yang mati termakan teman
Di sana ada pembunuh mengaku pejuang
Dasar…, manusia tanpa rasa
Ya… begitulah
Di sana ada yang berdagang air mata
Di sana ada yang berdagang darah
Dasar…, manusia tanpa rasa
Jantung kita berdetak-detak
Rusak terbilah dan retak-retak
Katanya akibat banyak berjinkrak
Dasar…, manusia tanpa rasa
Mungkin saatnya kita beranjak
Biarlah kita tinggalkan jejak
Esok… akan lahir manusia-manusia bijak
Dan manusia-manusia tanpa rasa itu akan terinjak
————————–
Karya: Satrijo Prabowo
Sebuah ekspresi mengantar dua pujangga
Mbah Surip dan WS Rendra
Cengkareng, 07-08-09
Dibaca: 26 kali

