Situbondo, zonaberita.com - Bayi laki-laki tanpa tempurung kepala, putra pasangan suami istri Suwarno (28) dan Subaida (24) warga Desa Kilensari Kecamatan Panarukan akhirnya meninggal dunia. Tadinya, orang tua bayi menolak membawa buah hatinya itu untuk mendapat perawatan di rumah sakit lantaran terkendala biaya.
Karena tidak memiliki biaya untuk dibawa ke rumah sakit bayi yang lahir di rumah bidan itu akhirnya dibawa pulang ke rumah hingga akhirnya selang beberapa jam kemudian sang bayi meninggal dunia.
Keterangan dihimpun www.zonaberita.com Selasa (9/3/2010) menyebutkan, bayi tanpa tempurung kepala itu lahir melalui persalinan normal di rumah bidan Hertiama di Desa Wringin Anom. Bayi yang belum diberi nama itu lahir pada minggu sore. Saat bayi dilahirkan kondisinya cukup sehat dengan berat bandan 2,5 kilogram.
Namun, setelah semalam menginap di rumah bidan tersebut, kondisi kesehatan bayi berubah. Bayi mengalami sesak nafas yang tersengal-sengal dan kondisi badannya terasa panas. Hingga selasa (9/3) kondisi bayi kian memburuk hingga pihak orang tua memutuskan untuk dibawa pulang ke rumah.
Padahal, pihak keluarga lainya dan bidan menyarankan agar sang bayi dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Namun, sang ayah bersikukuh membawa pulang karena tidak memiliki biaya. “Saya sudah sarankan untuk dirawat di rumah sakit, namun ayahnya menolak karena tidak ada biaya katanya, “ ujar Mariono, kerabata sang bayi kepada wartawan.
Menurut Maryono, pekerjaan orang tua sang bayi sehari-hari adalah sebagai buruh nelayan. Itu pun kata Maryono, pekerjaaan sebagai buruh nelayan belum pasti mendapatkan penghasilan. “Kondisi ekonomi orang tua bayi memang minim, Mas. Bekerja sebagai buruh nelayan itu mungkin hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari,” tegas Maryono.
Akibat kondisi kesehatan sang bayi semakin kritis tanpa ada perawatan medis akhirnya meninggal dunia. Kondisi sang bayi dalam keadaan kritis setelah dibawa pulang dengan menggunakan kendaraan umum dari rumah bidan.(sas/hs)
Dibaca: 35 kali


