Tuban, zonaberita.com - Malang nian nasib Ranum (12, nama samaran). Bocah kelas 5 sebuah SD di Plumpang Kebupaten Tuban ini diculik pria tak dikenal, lalu diperkosa dan ditinggalkan begitu saja di hutan jati. Sambil menahas sakit akibat luka di bagian vitalnya, ia masih harus berjalan kaki keluar hutan untuk mencari pertolongan.
Kabag Bina Mitra Polres Tuban Kompol Sri Sukorini yang menerima laporan itu mengaku sangat prihatin. “Polisi akan berusaha maksimal menangkap pelaku. Tetapi untuk mengetahui ciri-cirinya, masih harus bersabar karena kondisi korban masih trauma. Saat ini sedang kita mintakan visum,” katanya, Senin (5/4/2010).
Alkisah tragedi yang menimpa Ranum berawal ketika ia bermain sepeda angin bersama dua teman sebayanya, Minggu siang (14/4/2010). Saat itu seorang pria mengendarai Honda Kharisma mendekat. Awalnya ia mengaku sebagai guru SD Sumber II bernama Pak Hadi. Setelah berpura-pura ikut bermain, pria ini menawarkan kunci jawaban ujian akhir semester (UAS).
Direktur LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Nunuk Fauziyah, yang memberi perhatian khusus pada kasus ini, mengungkapkan, korban mengaku pelaku lantas mengajaknya mengambil kunci jawaban soal UAS. Tetapi setelah Ranum bersedia dibonceng, pria itu malah membawanya mutar-mutar.
Ranum sebenarnya sempat curiga dengan menanyakan kemana alamat mengambil UAS. Saat itu pelaku mengelabuinya dengan dalih mampir ke SD Sumber II dulu untuk melihat perkemahan. Tetapi, pelaku ternyata membawa Ranum masuk ke hutan.
Di sana gadis bau kencur itu dipaksa melucuti pakaiannya dengan ancaman pisau. Setelah semua pakian lepas, Ranum didorong ke semak-semak dan diperkosa. Puas melakukan hajat mesumnya, pria jahat itu kabur dengan sepeda motornya.
Sementara itu, sambil menangis dan menahan sakit Ranum berusaha keluar dari hutan dengan berjalan kaki. Beruntung saat jalan aspal, ia ketemu seorang pengendara motor dari Kecamatan Rengel. Orang inilah yang membawa Ranum ke Polsek Plumpang.(bud/ijo)


