
Petugas memastikan denyut kehidupan korban bunuh diri di Dander, Bojonegoro, Rabu (3/3/2010). (foto:zonaberita.com/yen)
Bojonegoro, zonaberita.com – Warga Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander, hari Rabu (3/3/2010), gempar. Didik Harianto, duda 2 kali yang tercatat sebagai warga desa itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kali pertama mengetahui kejadian itu adalah Sumani, bapak dari duda berusia muda itu. Sang bapak begitu kaget mengetahui anaknya tergantung di kandang sapi di belakang rumahnya. Lehernya terjerat seutas tampar plastik. Spontan, Sumani berteriak meminta pertolongan.
“Bapaknya lari keluar minta tolong,” kata salah seorang tetangga korban, Mashuri. Teriakan itu membuat warga berdatangan ke rumah korban.
Didik diketahui masih bernafas. Warga kemudian memotong tambang yang menjerat leher korban. Ia lalu diturunkan. Sejumlah warga lainnya menjemput mantri desa untuk mengupayakan pertolongan pertama. Mantri pun datang di tempat itu. Sayang, nyawa korban sudah melayang. Kejadian itu sontak membuat ibu korban menangis histeris.
Korban ditengarai nekad membunuh diri lantaran niatnya menjadi PNS tak kesampaian. Belakangan, ia jarang keluar rumah sejak tidak lolos saat mengikuti seleksi tes CPNS. “Dia ingin jadi PNS,” kata Sumani kepada zonaberita.com.
Sementara itu, pihak kepolisian datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah keluarga korban juga dimintai keterangan petugas di lapangan. Hasilnya, “Ini murni bunuh diri,” kata Kepala Polsek Dander AKP Pasuyanto. (yen/hs)
Dibaca: 37 kali

