
Toko Emas Cap Singa langsung dipolice-line. Petugas cepat mendatangi TKP dan mencari informasi ciri-ciri pelaku. (foto: an/zonaberita.com)
Kediri, zonaberita.com – Enam orang komplotan perampok bersenjata api dan membawa kapak berwarna mera menyatroni Toko Emas Cap Singa Kencana di kios pasar Centong Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Senin (28/6/2010) malam.
Pelaku berhasil menggasak emas seberat 1 kg dari toko milik H Naim Sunarto, (50) warga setempat. Akibat kejadian itu, korban harus menelan kerugian materiil sekitar Rp 150 juta.
Aksi perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30. Pelaku yang berjumlah enam orang mendatangi lokasi dengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Masing-masing, Honda Tiger, Yamaha Vixon dan Ninja.
Keenamnya berpakaian serba hitam, dan menutupi kepalanya dengan helm teropong. Mereka berhenti tepat di depan toko emas yang menghadap ke barat itu. Kedatangan mereka sempat membuat tiga orang karyawati toko ketakutan, dan memilih bersembunyi di balik meja.
“Mereka berhenti di depan toko. Satu dua turun dari sepeda motor lalu langsung memecahkan kaca etalase. Sementara tiga orang berjaga-jaga dengan membawa senjata api. Di saat dua pelaku mengambil seluruh perhiasan, satu orang masih tetap berada di atas sepeda motor,” kata Saiful (35), pemilik kios pakan ternak yang sempat melihat aksi perampokan itu.
Amin (35), saksi lainnya mengatakan, dua orang pelaku yang masuk kea rah toko membawa kapak berwarna merah. “Kapak itu mereka gunakan untuk memecah kaca etalase. Sementara satu pelaku berpostur agak pendek langsung megambil seluruh perhiasan,” ujar Amin, pemilik kios tali-temali yang sempat bersembunyi di depan kios Saiful.
Selang waktu tiga menit kemudian, mereka (pelaku, red) langsung pergi meninggalkan toko. “Mereka datang dari arah utara. Sangat cepat sekali, dan saya kira adalah orang mabuk. Setelah selesai, mereka kabur kea rah selatan (ke Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri,red),” imbuh Amin.
Sementara itu, sejumlah anggota kepolisian dari Polresta Kediri, Polsek Pesantren dan tim identifikasi baru datang sekitar 15 menit kemudian. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan memasang police line.
“Kami menemukan sebuah kapak berwarna merah yang sudah dalam keadaan rusak. Kapak ini diduga kuat adalah milik pelaku yang digunakan untuk memecah etalase. Selain itu, kami juga telah mengumpulkan alat bukti lain, berupa sidik jari pelaku yang tertinggal di lokasi,” kata Kapolresta Kediri AKBP Mulya Hasudungan Ritonga.
Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian di Karesidenan Kediri untuk melakukan blockade jalan. “Kami langsung meminta bantuan kepada seluruh jajar, agar melakukan sweeping dan rasia di jalanan, guna mempersempit ruang gerak mereka,” imbuh Mulya Hasudungan Ritonga.
Melihat modus operandi dan cirri-ciri fisik pelaku, Mulya mensinyalir masih ada kaitannya dengan aksi perampokan toko emas yang terjadi di wilayah Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. Pihaknya memerintahkan seluruh tim buru sergap (Buser) dan intelnya untuk bekerja optimal di lapangan.(an/ijo)

