Lumajang, zonaberita.com – Dinas Kesehatan mencari format yang tepat untuk memantau potensi penyebaran orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Pasalnya, praktik prostitusi liar menajdi salah satu faktor sulitnya memantau penyebaran virus mematikan itu.
“Tidak ada lokalisasi resmi. Jadi, sulit untuk memantau,” kata Kepala Dinas Kesehatan Buntaran Supriyanto, Selasa (9/2/2010).
Padahal, kata dia, jumlah penderita HIV/AIDS terus mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir. Dalam rentang waktu itu, sedikitnya 20 orang penderita meinggal dunia. Atau, jika dirata-rata, ada 4 penderita yang meninggal setiap tahunnya.
Jumlah itu pun, tambahnya, belumlah jumlah riil. Sebab, HIV/AIDS masih menjadi fenomena gunung es. Sebab, penderita diketahui setelah ada laporan dari rumah sakit atau dari penderita itu sendiri.
Seks bebas masih menjadi faktor penyebar terbanyak virus HIV/ADIS ini. Berikutnya, penggunaan narkoba dengan pemakaian jarum suntik. (min/hs)


