Pasuruan, zonaberita.com - Halaqoh alim ulama di Ponpes Al Yasini, Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/1/2010) menjadi ajang sambat para kyai kepada Menteri Agama Surya Dharma Ali (SDA). Para ulama mengatakan selama ini ijazah dari pondok pesentren terkesan tidak diakui.
Pengasuh Ponpes Al Yasini KH Mujib Imron mengatakan, ponpes salaf selama ini tidak dihiraukan. Buktinya, ijazah para lulusan tidak diakui. “Untuk pencalonan dewan saja tidak bisa,” tandas Mujib Imron.
Tidak adanya pengakuan itu, lanjut dia, sama dengan mengabaikan peran pesantren dalam dunia pendidikan. Padahal, di pesantren, santri tidak saja dibekali ilmu pengetahuan, tapi juga moral. Ijazah pesantren salaf, masih kata Mujib Imron, hanya cukup untuk pencalonan kepala desa. “Ini diskriminatif,” cetus pria yang akrab disapa Gus Mujib ini.
Diwaduli seperti itu, SDA menegaskan agar ada kajian pada persoalan tersebut. Yakni, terkait standarisasi salafiyah dan diniyah. “Sehingga pendidikan di pesantren semakin berkualitas,” kata SDA.(abu/hs)
Dibaca: 14 kali


