
Menperin, Gubernur Soekarwo, Presdir PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry, serta Dubes Swis, Heinz Walter Nederkorn, saat peresmian PT Nestle Kejayan, Pasuruan. (foto:zonaberita/abu)
Pasuruan, zonaberita.com - Gubernur Jatim, Soekarwo, mengungkapkan, seluruh kebutuhan PT Nestle, ternyata sekitar 50 persen diantaranya diperoleh dari impor. Makanya ia berharap PT Nestle dapat bekerjasama dengan Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan produktivitas peternak.
“Susu yang diambil PT Nestle baru grade I saja. Mari kerjasama meningkatkan yang grade II menjadi grade I dan kami siap berkomitmen memenuhi kebutuhan susu. Sebab peternak di Jatim ini jumlahnya mencapai 65.270 orang yang produknya harus dapat tertampung,” tegas Soekarwo.
Menurut Pak De Karwo, panggilannya, Pemprov Jatim sudah menyiapkan kredit untuk para peternak yang bekerja sama dengan Askrindo dengan nilai kredit mencapai Rp 4,5 triliun.
Sementara, Menteri Perindustrian, MS Hidayat, berjanji akan memback-up langkah Pemprov Jatim bersama PT Nestle Indonesia untuk meningkatkan produktivitas peternak sapi perah.
“Ini momen penting dalam investasi dan peluangnya harus dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. Selain itu, kami minta PT Nestle dapat menjaga harga susu, agar keuntungan yang didapat peternak tidak terus berkurang,” kata M S Hidayat.
Peresmian perluasaan PT Nestle Kejayan tersebut ditandai dengan penekanan tombol bersama oleh Menperin MS Hidayat, Gubernur Soekarwo, Presdir PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry, Kepala BKPM, Gita Wirjawan dan Bupati Pasuruan, Dade Angga, serta Dubes Swis, Heinz Walter Nederkorn. (abu/oen)
Dibaca: 45 kali

