Kediri, zonaberita.com - Pamit daftar ulang, Ti (15), siswi kelas II SMK di Kota Kediri justru malah kencan di penginapan. Bahkan, uang yang mestinya untuk bayar sekolah justru digunakan untuk menyewa kamar.
Perbuatan Ti sudah mencoreng muka Suwardi, orang tuanya. Warga Dusun Purwokerto, Desa Purwoharjo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri akhirnya melapor ke Polresta Kediri.
Suwardi melaporkan Dwi (25), pemuda yang telah menggauli putrinya. Dwi diketahui tinggal di Dusun Sambi, Desa/Kecamatan Kandat. “Dwi telah kami amankan, dan kini tengah menjalani pemeriksaan,” ujar Ketua Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kediri Ipda Kristin, Kamis (8/7/2010)
Berdasarkan informasi yang dihimpun zonaberita.com, awalnya, Ti pamit ayahnya hendak daftar ulang ke sekolah. Gadis Anak Baru Gede (ABG) itu meminta uang Rp 75 ribu, dan diantar tepi jalan raya.
Suwardi, ayahnya mengantar Ti sampai di pertigaan Kecamatan Ngadiluwih. Lantas, Ti naik bus ke arah Kota Kediri. Nampaknya, Ti sudah buat janji dengan Dwi, pemuda yang dikenalnya tiga tahun silam.
Bukannya langsung ke sekolah, Ti justru menemui Dwi di salah satu tempat. Nampaknya, mereka sudah merencanakan pergi ke suatu tempat. Ti bergegas mengganti seragam sekolahnya. Ia pergi ke sebuah penginapan yang ada di jalan Stasiun Kota Kediri.
Karena sudah berpakaian biasa, tentu petugas penginapan tidak curiga. uang Rp 75 ribu yang mestinya untuk daftar ulang diminta oleh Dwi Rp 50 ribu. Uang itu digunakan untuk sewa kamar di pengipan yang tidak terlalu besar. Sedangkan sisanya Rp 25 ribu, masih dipegang oleh Ti
Di tempat itulah, akhirnya Dwi menggauli Ti, yang dianggap adalah teman dekat. “Sesuai BAP (berita acara pemeriksaan, red) pelaku menyetubuhi korbannya dua kali,” imbuh Ipda Kristin.
Selesai berhubungan intim, Ti diantar Dwi menuju tempat pemberhentian bus. Ti pun kemudian naik, dan pulang. Ia turun di perempatan Ngadiluwih, tempat dimana Suwardi, ayahnya menjemput. Seperti tidak ada persoalan apapun, Ti pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, Ti merasa kehilangan handphone (HP). Lantas, ia mendatangi rumah Diana (15), teman sekaligus tetangganya. Ti menceritakan kejadian yang baru dialami di penginapan bersama Dwi, serta hilangnya HP miliknya.
Ternyata, cerita aib itu justru terdengar Suwardi. Seketika, Suwardi naik pitam, dan memanggil putrinya. Ti pun tidak dapat menyembunyikan rahasia bersama Dwi itu. ia bercerita apa adanya kepada Suwardi.
Kontan, Suwardi mengajak Ti ke Mapolresta Kediri. Ia melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. (an/oen)


