Jember, ZonaBerita- Satuan petugas Polisi Hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menangkap pemburu satwa liar dilindungi. Dua orang berhasil dibekuk.
Dua pelaku itu adalah Suparman (39), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Basir alias Daniel (30), asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Keduanya ditangkap saat melakukan perburuan lutung di kawasan TNMB Teluk Ijo.
Ulah kedua tersangka ketangkap basah petugas saat membawa 30 kg daging lutung, pukul 18.30 Kamis (12/11) malam. Ketika itu, petugas memergoki kedua pelaku sedang naik dua buah sepeda motor keluar dari TNMB. “Saat kita geledah kita temukan barang bukti itu,” jelas Kepala Seksi SPTN, Wiwid Widodo.
Alumni Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, selain dua tersangka, ada satu pelaku lain yang berhasil kabur meloloskan diri. Pemburu liar yang kini ditetapkan sebagai DPO itu bernama Matroji alias Eko, asal Dusun Sumber Urip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung.
Keberadaan ketiganya di kawasan TNMB tercium petugas dari info warga yang mendengar suara letusan senjata api (senpi).
Letusan senpi yang berulangkali didengar warga itu kemudian diadukan kepada petugas SPTN Sarongan. Dari laporan itu, Wiwid Widodo yang juga alumni SMAN 2 Jombang ini lantas mengerahkan anggotanya untuk mengejar para pelaku. “Hasilnya dua pelaku berhasil kita hadang di sekitar Teluk Ijo.
Selain kendaraan dan daging lutung, ada barang bukti lain berupa senpi. Hanya saja, senpi itu masih dalam pencarian karena ditinggalkan pelaku di dalam hutan,” beber Widodo.
Hasil pemeriksaan petugas, perburuan lutung oleh kedua tersangka sudah tiga kali aksi. Dua diantaranya berhasil menangkap dan menguliti 9 ekor satwa yang kini hampir punah tersebut. “ Pertamakali dapat 3 ekor. Terus yang kedua mendapatkan 6 ekor. Kalau dijumlah dengan yang terakhir, sudah 21 ekor lutung yang dikuliti pelaku. Tiap ekor bisa menghasilkan daging antara 2-2,5 kg. Tergantung besar kecilnya lutung,” imbuhnya.
Kata Wiwid, daging hasil buruan itu dijual pelaku ke sejumlah peminat. Versi tersangka, daging itu banyak dikonsumsi warga. “Pengakuannya seperti itu. Tapi, daging itu dijual ke pengepul untuk bakso. Ini yang tengah kita selidiki,” jelasnya lagi.
Perburuan lutung yang kian marak ini tentu saja mengkhawatirkan satwa ini akan punah. Populasi lutung jawa hampir senasib dengan harimau jawa yang kian punah. Karenanya, petugas mengambil sikap tegas dengan rutin menggelar razia perburuan liar. (kim/hs)



Hebat, sy salut atas ksigapan petugas , sebenarnya banyak juga yg bisa kita infokan, termasuk penangkapan Kukang di wil TNMB, klo bisa di blowup asyik, dan mhn pelaku dihukjum yg berat Om
Setuju…… kalau ada info jangan segan kirim ke reda…@zonaberita.com