Petani Bojonegoro Panen Paksa Padi

zonaberita/yen)

(foto:zonaberita/yen)

Bojonegoro, zonaberita.com - Akibat luapan banjir Sungai Bengawan Solo, para petani di Bojonegoro terpaksa memanen tanaman padinya lebih awal. Padahal, tanaman padi tersebut sudah memasuki usia 50-60 hari, atau mendekati masa panen. Para petanipun mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.

Panen paksa ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi. Karena jika dibiarkan, tanaman padi akan membusuk dan petani tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Junaidi, petani di Kecamatan Balen, Bojonegoro, mengungkapkan, luapan banjir ini telah menenggelamkan puluhan hektar areal persawahan. Sementara di kawasan pemukiman, luapan banjir mengalir hingga ke pelataran rumah warga.

“Banjir ini kiriman dari Sekayu, Ponorogo dan Madiun. Karena selama dua hari sebelumnya di Gunung Lawu terjadi hujan lebat,” ujar Kasianto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Bojonegoro, kepada zonaberita.com, Kamis (1/4/2010)

Menurut Kasianto, ketinggian air pos pemantau Karang Nongko menunjukan angka 26,68 fiescal. Sedangkan di Bojonegoro mencapai 14.18 fiescal. Kondisi ini menyebabkan posisi Bojonegoro dalam kondisi siaga dua.

Untuk sementara, lanjut Kasianto, pihaknya belum bisa menaksir kerugian akibat luapan banjir Bengawan Solo. Yang pasti, pada musim panen mendatang, petani tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya. (yen/oen)

Bookmark and Share
Berlangganan artikel gratis?, masukkan email anda:

Komentar anda

Nama lengkap (wajib diisi) :
Alamat email (wajib diisi) :
Situs anda :