Jakarta, zonaberita.com – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebutkan, kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Timur selama tahun 2009 tercatat sebanyak 88.836.
Berdasarkan data kasus kekerasan terhadap perempuan 2009 terbanyak berada di wilayah Jawa yakni sekitar 123.774 kasus, diantaranya dari Jawa Timur dengan angka tersebut, DKI Jakarta 12.955 kasusdan DIY 10.560 kasus. Disusul Sumatera 8.987 kasus, Kalimantan 4.632 kasus, dan Sulawesi 2.301 kasus.
Secara nasional, sepanjang tahun 2009 jumlah korban kasus kekerasan pada perempuan naik tajam dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 143.586 orang dari tahun sebelum 2008 yang hanya 54.425.
“Angka ini meningkat sebesar 263 persen dibandingkan dengan 2008, yang hanya sekitar 54.425 korban,” kata Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah saat jumpa pers di Jakarta.
Menurutnya, jika melihat data korban yang ditangani oleh lembaga mitra dari tahun ke tahun terlihat bahwa kecendrungannya mengalami peningkatan yang cukup tajam. Keadaan ini berkaitan dnegan teknis pengumpulan data dan ditengarai ada sejumlah faktor yang mendorong korban lebih mudah mengungkapkan tindak kekerasan yang dialaminya.
“Secara teknis data dari sejumlah lembaga mudah diakses lewat situs web atau dengan cara lainnya sehingga berdampak pada lebih banyaknya kasus (korban) yang dapat tercatat,” kata dia.
Selain itu, sebaran KTP menurut wilayah paling banyak di Jawa khususnya pada ranah rumah tangga sekitar 120.326 kasus. Disebutkan sama seperti tahun sebelumnya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih mendominasi pula di 2009.
“Ada sekitar 96% dari jumlah korban KDRT dialami istri, sementara sisanya mencakup kekerasan dalam pacaran, kekerasan yang dilakukan oleh mantan suami atau mantan pacar juga pekerja rumah tangga,” ujar Yuniyanti.
Dijelaskan, data kekerasan ini terutama diperoleh dari Pengadilan Tinggi Agama (64%) dan peradilan Agama 30%. Sementara itu kekerasan yang paling menonjol adalah kekerasan seksual dan psikis di mana masing-masing mencapai 48% dengan usia korban terbanyak ada dalam rentang usia antara 13-18 tahun.(bip/hs)
Dibaca: 25 kali


