V-Gas Cafe Masih Jual Minuman Keras

ilustrasi

ilustrasi

Probolinggo, zonaberita.com - Ultimatum Wali Kota Probolinggo HM Buchori SH untuk segera menutup tempat hiburan malam yang terbukti menjual minuman keras tanpa izin, ternyata tidak membuat keder pengusaha tempat hiburan malam. V-Gas Cafe, salah satu tempat hiburan malam terbesar di sana nyatanya masih terang-terangan menjual minuman keras itu sampai Selasa (22/12/2009) dini hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota HM Buchori SH menyatakan tidak segan-segan menutup tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras dan wanita penghibur.  Pernyataan itu dilontarkan saat menerima pengaduan Forum Aksi Keprihatinan Umat (Fakum), Senin petang (21/12/2009). “Kalau terbukti ada tempat hiburan menyediakan miras dan wanita, Kita akan berikan sanksi tegas. Kalau perlu malam itu juga saya tutup,” ujar Buchori saat itu.

Menurut pengamatan wartawan www.zonaberita.com, malam setelah Buchori melontarkan ultimatumnya itu, beberapa tempat hiburan malam mendapat pengawasan. V-Gas cafe yang menempati gedung eks Wijaya Teahtre, salah satu yang disoroti Fakum, terlihat didatangi beberapa petugas Satpol PP.

Ironisnya, mereka hanya melihat-lihat. Mereka tidak melakukan tindakan tegas, meski para waitress mondar-mandir membawa minuman keras pesanan pengunjung. Harga minuman beralkohol di cafe ini terbilang cukup murah. Untuk 1 pitcher Bir Pletok harganya Rp 155.000. Cafe ini juga menyediakan beberapa merk minuman keras impor. Di antaranya, Chivas Regal dijual Rp 960.000/botol.

Hal tidak biasa di cafe ini bisa dirasakan sejak masuk pintu masuk. Setiap pengunjung diharuskan membayar Cover Charge Rp 20.000/orang. Di dalam ruangan terdapat 5 sofa panjang lengkap dengan meja, dan 14 meja bundar dengan beberapa tempat duduk. Di bagian belakang terdapat mini bar. Di bagian depan terlihat stage berukuran lumayan besar, lengkap dengan DJ-Desk dan seperangkat alat musik. Antara meja dan kursi pengunjung dengan stage terlihat pengunjung berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan house music. V-Gas Cafe lebih memenuhi syarat disebut Diskotek ketimbang Cafe.

Penggunaan nama Cafe itu diduga sebagai upaya kameflase agar proses perizinan tempat hiburan malam ini tidak memancing reaksi masyarakat Kota Probolinggo yang terkenal dengan julukan Kota Santri. “Kalau pakai nama diskotek kan langsung mengundang reaksi para ulama. Kalau pakai nama cafe tidak, sebab para ulama menganggapnya sejenis tempat makan,” kata seorang pengunjung.

Perubahan yang paling tampak di V-Gas Cafe pasca-munculnya protes Fakum, adalah berkurangnya pengunjung wanita. Hari-hari sebelumnya, sedikitnya ada 16 wanita penghibur yang biasanya berlalu lalang di dalam hall. Seorang mami di sana biasanya menerapkan tarif Rp 75.000/jam untuk sekedar menemani minum. Selain ke-16 wanita pendatang itu sering terlihat wanita lokal.

Apa mereka dilarang datang terkait protes para aktivis organisasi mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Fakum? “Tidak kok. Kebetulan saja Minggu (21/12/2009) malam kemarin ada event. Mungkin sedang capek saja sehingga malam ini tidak pada datang,” kata si mami.

Para wanita penghibur itu memang tidak diijinkan memberi layanan ‘plus’ selama jam kerja. Tetapi setelah bubaran cafe bisa diminta memberi layanan ‘plus-plus’ dengan tarif pribadi, antara Rp 300.000 - Rp 500.000 shorttime. Sebagian mereka ‘alumni’ Saritem, sebuah lokalisasi di Bandung yang sekarang ditutup.

Cuma 1 Toilet
V-Gas Cafe mungkin satu-satunya cafe yang mempunyai toilet terunik dan aneh. Layaknya tempat hiburan, toilet biasanya disediakan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Atau setidak-tidaknya toilet berupa bilik-bilik tertutup. Tetapi di V-gas cafe, toilet laki-laki dan perempuan berada dalam satu ruangan. Memang ada dua bilik tertutup untuk pengunjung wanita, tetapi untuk menuju ke dua bilik itu pengunjung perempuan bisa melihat jelas para lawan jenisnya yang sedang kencing, karena tidak ada penyekat.

“Terpaksa begitu. Waktu masih dipakai gedung bioskop memang ada toilet laki-laki dan perempuan. Salah satunya sekarang dipakai untuk ruang ganti artis. Jadi toiletnya tinggal satu. Tapi kan sudah dibangunkan toilet di luar gedung,” kata Titi, pria yang disebut-sebut ikut punya saham di V-Gas Cafe.

Tentang toilet tunggal itu, ada peristiwa yang sulit dilupakan para pelanggan V-Gas cafe. Sekitar 2 bulan silam, seorang pria dan wanita pengunjung kepergok melakukan aktivitas seks di dalam bilik toilet wanita. Si wanita bergaya duduk di ujung bak air, sedangkan pasangannya bergaya berdiri. “Waktu itu pengunjung ya sempat gempar. Tapi orang yang kepergok itu langsung dikeluarkan sekuriti,” ungkap seorang pelanggan V-Gas Cafe.

Terkejut
Ketua Komisi A DPRD Kota Probolinggo Drs As’ad Anshari, yang sempat mengkritisi tumbuhnya tempat hiburan malam di Kota Probolinggo, mengaku terkejut terhadap temuan di atas. “Kalau kenyataannya seperti itu, sangat layak untuk ditutup,” katanya.

Dijelaskan, Kota Probolinggo adalah Kota Santri. Tidak dibenarkan ada tempat hiburan yang memberi peluang terjadinya maksiat. “Percuma saja Pemkot mengimbau wanita PNS untuk mengenakan jilbab. Kalau tempat-tempat hiburan yang ada malah memberi peluang terjadinya maksiat. Toilet campur seperti itu jelas-jelas merupakan pelanggaran,” katanya.

Terhadap praktik menjual minuman keras, menurut As’ad, hanya Marknauff Cafe yang mempunyai izin menjual minuman berakohol. “Jadi kalau di V-Gas menjual bir plethok dan minuman keras impor, itu juga pelanggaran. Apalagi bill (kuitansi) tidak mencantumkan PP1,” tandas As’ad, anggota Banggar yang juga Ketua DPC PKNU Kota Probolinggo itu.

Dalam empat bulan terakhir, keberadaan tempat hiburan malam di Kota Probolinggo bermunculan bak jamur di musim hujan. Tempat baru selain V-Gas Cafe adalah Marknauff Cafe dan Beejay Karaoke. Sedangkan yang lama masih tetap beroperasi, seperti Reno cafe, Dyanasti dan Cafe Dangdut. Sumber yang keberatan disebut namanya mengungkapkan, semua tempat hiburan malam itu menyediakan minuman berakohol impor. Menggarisbawahi pernyataan As’ad Anshari, berarti hanya Marknauff Cafe yang tidak melanggar. (ijo)

Bookmark and Share
Berlangganan artikel gratis?, masukkan email anda:
  1. cipto hadiyono,se : Kamis, 24 Desember 2009 - 15:24 WIB

    Saya adalah salah satu pengunjung vgas tgl 22/12 saya ada di vgas probolinggo dan tidak ada minuman keras disitu YANG ADA CUMA BEER BINTANG DAN GUINESS saja, pada saat itu ada gerebekan saya kurang tau dari mana tapi saya mengenal ada kurang lebih 8 sampai 11 wartawan dari berbagai media, juga ada yg bawa kamera kalau tdk salah dari ANTV, kalau WANITA PENGHIBUR atau PELACUR yang di sediakan VGAS CAFE kenapa gak sebaiknya ditangkap di Hotel, KENAPA SULIT DAN REPOT.Saya prihatin kalau ada tokoh agama membenarkan MIRAS KARENA ADA IZIN, TEMPAT HIBURAN SEHARUSNYA TETAP BISA JALAN MESKIPUN TIDAK MENYEDIAKAN MIRAS.( karena hampir seluruhnya tempat hiburan membeli Miras tanpa Supplier yang jelas alias miras selundupan), harga resmi miras yang bercukai dilengkapi dng PPN dari IMPORTIRNYA.Terima Kasih

  2. moh soleh : Kamis, 24 Desember 2009 - 17:17 WIB

    sebenarnya bukan cafe yang harus diawasi atau diangkat beritanya tapi karaoke yang menyediakan ruangan ruangan, yang lebih keren di bilang VIP room, didalam ruangan yang bisa di kunci itu jarang isinya laki laki atau perempuan semua biasanya sih campur, lebih parah lagi kalau didalam ruangan ada toilet nya karena SOFA BISA BERFUNGSI SEBAGAI TEMPAT TIDUR, MUSTINYA BAPAK WALI KOTA PROBOLINGGO LEBIH TANGGAP DENGAN AKAL AKALAN PENGUSAHA YANG MENYEDIAKAN TEMPAT TEMPAT SEPERTI INI (warung remang remang pindah tempat)

  3. moh soleh : Kamis, 24 Desember 2009 - 19:45 WIB

    saya dapat sms dari management Vgas Cafe Bunyinya Sbb: ””’YUK NGUMPUL BARENG MALEM INI DI VGAS CAFE PROBOLINGGO BEBAS MIRASSSSSS JANGAN BUANG WAKTU LIBURMU PERCUMA….WUJUDKAN PROBOLINGGO BEBAS MIRAS””” sebaiknya wartawan Zona datang ke Vgas buktikan apa benar ini, SAYA JUGA AKAN DATANG membuktikan kalau benar seharusnya TEMPAT HIBURAN TANPA MENYEDIAKAN MIRAS

  4. admin : Kamis, 24 Desember 2009 - 20:10 WIB

    Alhamdulillah… semoga tidak semata-mata karena adanya ancaman Pak Wali. Kita buktikan sama-sama apakah hari-hari ke depan terus seperti itu.

  5. ABDULLAH HAMID : Kamis, 24 Desember 2009 - 21:05 WIB

    Zona berita sepertinya beritanya berlebihan, kalau beritanya seperti apa yang ditulis zona berita mungkin pihak Kepolisian sudah menutup tempat hiburan tsb, gak usah nunggu satpol PP dan berita tentang Vgas ini seminggu di radar Bromo, rasanya sudah di sidak satpol PP, dari kepolisian.KALAU MEMENG BENAR VGAS BEBAS MIRAS SAYA SETUJUH VGAS TERBAIK, karena telah berani mempromosikan BEBAS MIRAS kita pantau bila perlu tiap hari, gak akan kuat???????

  6. samsul : Kamis, 24 Desember 2009 - 22:02 WIB

    Sebetulnya yang ditanggapi pernyataan dari DPRD atau FAKUM? kalo dua-duanya, kenapa pernyataan terakhir dibenarkan?

  7. ade : Kamis, 24 Desember 2009 - 22:22 WIB

    Beritanya terkesan memihak.

  8. ABDULLAH HAMID : Jumat, 25 Desember 2009 - 0:55 WIB

    mudah mudahan DPRD nya dak kaget lagi kalau tempat hiburan bebas miras,tapi pasti tempat hiburan yang tidak jual miras bangkrut kita liat aja akhirnya kalau tidak bangkrut sakti managementnya, betulkah itu

  9. taufik : Jumat, 25 Desember 2009 - 21:50 WIB

    SEHARUSNYA DPRD DAN WALI KOTA PROBOLINGGO JUGA MENJADIKAN PROBOLINNGO BEBAS MIRAS,SEBAGAI PELOPOR TEMPAT IBURAN BEBAS MIRAS SELURUH DUNIA

  10. taufik : Jumat, 25 Desember 2009 - 21:51 WIB

    SEHARUSNYA DPRD DAN WALI KOTA PROBOLINGGO JUGA MENJADIKAN PROBOLINNGO BEBAS MIRAS,SEBAGAI PELOPOR TEMPAT IBURAN BEBAS MIRAS SELURUH DUNIA. JANGAN HANGAT HANGAT …………….. AYAM.

  11. mr.bom2 : Senin, 25 Januari 2010 - 4:01 WIB

    SEBAIKNX V-GAS CAFE GAK PERLU DITUTUP, KARNA TEMPAT HBURAN MALAM KOTA PROBOLINGGO BISA TERKENAL TEMENKU AJA DARI PASURUAN SERING K SINI, BUKAN DARI PAS AJA DARI MALANG JUGA BANYAK NANYAIN V-GAS AMA MARKNOUF ITU, JD SAYANG DAH KALOK TEMPAT HBURAN MALEM DI TUTUP, JADI KETINGGALAN KOTAKU………. KRNA AKU PECINTA CLUBBING

Komentar anda

Nama lengkap (wajib diisi) :
Alamat email (wajib diisi) :
Situs anda :