Surabaya, zonaberita.com - Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr H Achmad Syahrani MS Drs Apt, membuat kejutan. Rabu (3/3/2010), ia muncul di sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) dan mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon rektor (Bacarek) 2010-2015. Ini bacarek pertama sejak pendaftaran dibuka dua hari lalu.
“Saya ini dibesarkan oleh Unair, sehingga saya merasa terpanggil dan merasa punya tangungjawab moril untuk turut membesarkan dan memajukan Unair,” kata Guru Besar Farmasi seusai formulir pendaftaran dirinya diterima Sekretaris PSCR Dra Tjitjik Srie Tjahjandarie PhD di sekretariat PSCR Unair di Lantai III Gedung Rektorat di kampus C Jl Mulyorejo Surabaya.
Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Unair kedepan akan jauh lebih berat. Untuk itu Unair perlu bekerja lebih keras lagi, agar benar-benar bisa tampil excellence.
Disinggung mengenai keseriusannya menjadi bacarek Unair, Prof. Syahrani mengaku telah memiliki cukup bekal untuk maju sebagai calon Rektor. Menurutnya, apa yang telah dilakukan almamaternya saat ini sudah dalam posisi on the right track.
”Jika nantinya terpilih, maka saya tinggal meneruskan apa yang sudah dirintis oleh pimpinan saat ini,” katanya dengan penuh keyakinan.
Salah satu hal yang akan dilakukan jika terpilih nanti adalah menuntaskan tantangan akreditasi yang tersisa. Jika menyatakan dirinya excellence, maka seluruh program studi (prodi) di Unair ini akreditasinya sudah selayaknya harus meraih nilai A semua.
Bagi pria kelahiran Kandangan, Kalimantan Selatan ini, akreditasi tersebut sangat diperlukan, karena Unair tidak ingin bahwa suatu saat akan dituntut oleh para stakeholder. Artinya jika kita sudah berani mengeluarkan ijazah, maka kualitas ijazah tersebut adalah tanggungjawab universitas. ”Itulah tantangan kita kedepan,” tegas Prof Syahrani.
Tentang dunia kemahasiswaan, ia menginginkan agar lulusan Unair nanti tidak hanya sekedar menjadi job seeker (pencari kerja), tetapi juga sanggup tampil sebagai job creator. Pihaknya menyadari bahwa kelak yang akan kita tingkatkan tidak hanya sekedar yang berbau akademis saja, tetapi pihaknya akan mendorong mahasiswa agar dapat berperan lebih besar.
”Artinya tidak hanya agar bisa pintar dengan IPK tinggi, tetapi juga memiliki bekal lain yang memadai,” tandas Prof Dr Achmad Syahrani. (humas Unair/ijo)
Dibaca: 41 kali


