Kediri, zonaberita.com – Persik Kediri kembali gagal menggelar laga ulang melawan Persebaya Surabaya dalam Indonesia Super League (ISL) 2009/10 putaran kedua di kandang sendiri, Stadion Brawijaya Kediri. Kini, managemen ‘Macan Putih’ mengincar tiga stadion sekaligus di luar Kota Tahu itu.
“Komisi Banding (Komding) PSSI memang mengabulkan Peninjuan Kembali (PK) kami. Yakni, menganulir denda Rp 25 juta, dan kekalahan Walk Over (WO) 0-3 dari Persebaya. Namun, kembali lagi kita gagal ‘menaklukkan’ pihak keamanan. Oleh karena itu, kita cepat-cepat melakukan koordinasi dengan stadion lain, “ kata Humas Persik Nur Muhyar, Selasa (8/6/2010)
Tiga stadion yang menjadi incaran managemen antara lain, Kanjuruhan, Malang, Mandala Krida Jogyakarta dan Manahan, Solo. “Kita baru sebatas koordinasi dengan menyerahkan surat pelarangan bermain di Kediri dari kepolisian. Akan tetapi, sampai saat ini jadwal tanding ulang dari PT Badan Liga Indonesia (BLI) sendiri belum kami terima,” tutur Nur Muhyar, yang juga Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri itu.
Terpisah, Kabag Ops Polresta Kediri Kompol Sudarmanto menuturkan, alasan pelarangan laga adalah situasi keamanan. Pihaknya tidak ingin terjadi keributan dalam Derby Jawa Timur antara ‘Macan Putih’ duel dengan ‘Bajul Ijo’ tersebut. Bahkan, aku Sudarmanto, pengalihan laga dari bumi
Kota Tahu, juga hasil keputusan bersama antara, Kepolisian, Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) dan Managemen Persik Kediri.
Sebagaimana diketahui, laga ulang tersebut adalah kesempatan terakhir bagi Persik sebagai juara liga tetap bertahan di ajang ISL. Anak asuh Agus Yuwono dituntut mencetak tujuh buah gol sekaligus, agar mereka dapat mengungguli jumlah gol Pelita Jaya Jawa Barat. Padahal perjuangan keras Haryanto dkk, hanyal untuk mengincar peluang playoff. (an)


