Surabaya, zonaberita.com — Cawali Bagyo Fandi Sutadi dan Dhimam Abror, Senin (1/3/2010) sore ini dijadwalkan bertemu untuk memastikan keputusan akhir mendapatkan pasangan dalam Pilwali Surabaya.
Anggota tim pemenangan Dhimam Abror, Bakhtiar Utomo, mengatakan, hasil pertemuan sore ini diharapkan sudah final sehingga kepastian segera didapat. ’’Waktu pendaftaran ke KPU semakin dekat, kita harus berbicara kongkret,’’ kata Bakhtiar seperti rilsi diterima zonaberita.com siang ini.
Pertemuan nanti tercatat formal ketiga yang dilakukan Sutadi dengan Abror dalam satu bulan terakhir. Selain pertemuan formal, keduanya selalu melakukan komunikasi intensif melalui tim masing-masing.
Menurut Bakhtiar, secara pribadi kedua calon ini sudah merasa cocok serta mempunyai platform politik yang sama. Ibarat pengantin, tambah Bakhtiar, Sutadi-Abror sudah sama-sama jatuh cinta. ’’Tinggal kita selesaikan persoalan teknisnya,’’ katanya.
Ditambahkan, kalau jadi dikawinkan pasangan ini akan pas dan saling mengisi. Sutadi mempunyai pengalaman 30 tahun di birokrasi sehingga sangat menguasai persoalan manajemen kota. Dengan pengalaman itu Sutadi akan lebih bijaksana dan mengayomi. ’’Saya melihat Pak Tadi sebagai sosok yang
bijaksana dan selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan,’’ kata Bakhtiar.
Sedangkan Abror, tambah Bakhtiar, adalah representasi profesional yang progresif dan bersih. Perpaduan ini akan menghasilkan pasangan yang komplet dan saling mengisi.
Anggota relawan Dhimam Abror lainnya, Bambang Eko Mei, menambahkan, perkembangan politik menjelang deadline pendaftaran ke KPU 11 Maret makin hiruk-pikuk dan penuh ketidakpastian. ’’Karena itu perkawinan Sutadi-Abror harus segera dilaksanakan,’’ kata Bambang.
Sementara itu, kubu Sutadi makin meningkatkan sosialisasi. Gambar-gambar Sutadi dalam bentuk banner dan baliho mulai menyebar di jalan-jalan besar Surabaya. Pada gambar itu tertera logo PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Partai Gerindra.
Gambar Sutadi berpeci dengan latar belakang bendera merah putih dipadu dengan tulisan ’’Pak Tadi’’. Tagline yang dipakai adalah ’’Kerja Keras, Kerja Ikhlas’’. ’’Kami memang mulai meningkatkan intensitas sosialisasi, kali ini gambar dan billboard yang mulai kami geber,’’ kata Sutadi. (sgm/hs)
Dibaca: 26 kali


